
. 

Detikxpost | Kampar — Dampak pembangunan jalan tol yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) terus menuai keluhan dari warga Rimba Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Sejak proyek berjalan, kondisi Jalan Tilam berubah menjadi jalur berdebu parah yang mengganggu aktivitas harian serta kesehatan masyarakat sekitar.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (24/01/2026) sekitar pukul 10.06 WIB memperlihatkan jalan umum yang dipenuhi debu tebal, terutama saat kendaraan proyek dan truk bertonase besar melintas. Debu beterbangan dan menyelimuti badan jalan serta rumah warga di sepanjang ruas tersebut.
Tidak hanya warga, pihak RT setempat disebut telah berkali-kali menyampaikan protes dan keluhan, baik secara lisan maupun melalui pemerintah desa. Bahkan, laporan dan pengaduan telah disampaikan hingga ke kantor desa, dengan harapan ada tindak lanjut dan perhatian dari pihak pelaksana proyek.
Namun, menurut keterangan warga dan perangkat lingkungan, janji-janji penanganan yang disampaikan tidak pernah terealisasi. Hingga saat ini, tidak terlihat langkah konkret seperti penyiraman rutin jalan, perbaikan akses, ataupun upaya pengendalian debu secara berkelanjutan.
“RT sudah berkali-kali menyampaikan keluhan ke desa, tapi sampai sekarang hanya janji. Debu tetap seperti ini setiap hari. Seolah-olah kami diabaikan,” ujar seorang warga Rimba Panjang.
Sorotan tajam juga diarahkan kepada humas PT HKI yang dinilai tidak menunjukkan kepedulian terhadap dampak sosial dan lingkungan yang dirasakan masyarakat sejak awal proyek tol dimulai. Warga menilai tidak adanya komunikasi yang transparan dan tanggung jawab nyata sebagai bentuk pengabaian terhadap masyarakat terdampak.
Masyarakat berharap PT HKI tidak hanya mengejar progres pembangunan proyek strategis nasional, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan. Warga mendesak adanya perhatian serius, keterbukaan komunikasi, serta tindakan nyata untuk mengurangi dampak debu dan kerusakan jalan yang terus berlangsung.
Apabila kondisi ini terus dibiarkan, warga khawatir dampaknya akan semakin luas, baik terhadap kesehatan, keselamatan pengguna jalan, maupun kerusakan lingkungan di sekitar kawasan proyek.

Tidak ada komentar