
.
.
.
.


Mataxpost | Jakarta – ST Burhanuddin meminta jajaran Kejaksaan di daerah berani menangani kasus korupsi berskala besar. Ia menegaskan pemberantasan korupsi di daerah harus sama gencarnya dengan upaya di tingkat pusat. (01/04)
Arahan tersebut disampaikan Burhanuddin saat melakukan kunjungan kerja di wilayah Kejaksaan Tinggi Papua pada Selasa (31/3/2026). Dalam kesempatan itu, ia menginstruksikan jajaran di Papua agar tidak hanya terfokus pada perkara dana desa.
“Pemberantasan korupsi di daerah tidak boleh kalah gencar dengan pusat dan tidak boleh hanya terfokus pada dana desa, melainkan juga harus berani menindak kasus dengan kerugian negara yang besar,” ujar Burhanuddin dalam keterangannya, Rabu (1/4).
Menurutnya, keberanian dan profesionalisme aparat penegak hukum menjadi kunci dalam membongkar praktik korupsi yang berdampak besar terhadap keuangan negara serta kesejahteraan masyarakat.
Burhanuddin juga menyoroti sejumlah perkara besar di Papua, di antaranya dugaan korupsi dana PON XX Papua serta pembangunan sarana aerosport di Mimika. Ia menekankan pentingnya optimalisasi pemulihan kerugian negara.
Terkait hal tersebut, Burhanuddin mengungkapkan masih terdapat tunggakan uang pengganti sebesar Rp97,14 miliar di wilayah Papua yang perlu segera ditindaklanjuti.
“Mengingat masih terdapat tunggakan uang pengganti sebesar Rp97,14 miliar di wilayah Papua,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menekankan penguatan peran Kejaksaan di berbagai sektor strategis. Di bidang pidana umum, ia menyoroti minimnya jumlah balai rehabilitasi serta masih adanya tunggakan eksekusi terpidana dan barang bukti di sejumlah Kejaksaan Negeri.
Secara khusus, Burhanuddin meminta profesionalisme dalam menangani perkara yang menarik perhatian publik, seperti kasus penembakan pesawat Smart Air oleh kelompok kriminal bersenjata di wilayah Merauke.

Tidak ada komentar