x
. .

Aktivis BALAPATISIA Geruduk DPW PAN Riau, Minta Roni Pasla Dicopot dari DPRD Pekanbaru

waktu baca 2 menit
Kamis, 11 Des 2025 18:39       Redaksi

Detikxpost| Pekanbaru ,- Kamis, 11 Desember 2025. Sekitar pukul 14.00–15.00 WIB, gelombang suara lantang dari Barisan Lantang Para Aktivis Indonesia (BALAPATISIA) kembali menggema di depan RUMAH PAN Riau (DPW PAN Riau). Sebanyak 40 massa aksi turun langsung menyuarakan desakan tegas kepada jajaran Partai Amanat Nasional.

Dalam aksi yang telah memasuki putaran ke-6 ini, para demonstran kembali menuntut DPW PAN Riau untuk mendesak DPD PAN Kota Pekanbaru segera menonaktifkan atau memberhentikan Roni Pasla dari kursi anggota DPRD Kota Pekanbaru, terkait dugaan keterlibatan dalam perkara Videotron yang diduga merugikan negara Rp972 juta.

Selain itu, massa juga meminta DPP PAN mengambil langkah tegas yang sama terhadap Roni Pasla.

Baca Juga:  Dugaan Penyimpangan Dana Desa Pangkalan Jambi Bengkalis Mencuat ke Publik

Surat tuntutan aksi diterima langsung oleh perwakilan DPW PAN Riau, Bapak Doddy Kurniawan, yang menemui massa dan berjanji meneruskan aspirasi tersebut ke tingkat struktural partai.

Aksi berjalan dinamis dengan tiga orator utama yang menyampaikan pernyataan tegas:

Cep Permana Galih menegaskan,

Baca Juga:  APBD Meranti 2025 Penuh Anomali: Penyaluran Pusat Hampir 100%, Laporan Daerah Hanya 56%?

“Kasus ini bukan hanya soal angka kerugian negara, tetapi soal integritas wakil rakyat. PAN tidak boleh menutup mata. Jika tidak berani menindak, maka PAN akan kehilangan kepercayaan publik.”

Dicky Pratama menambahkan,

“Kami sudah enam kali turun hanya untuk satu tuntutan: keadilan. Jangan biarkan Roni Pasla berlindung di balik jabatan. Nonaktifkan dulu, bersihkan dulu, baru bicara soal etika politik.”

Baca Juga:  Publik Menunggu Kejati Riau: Berani Usut Skandal Chromebook atau Tutup Mata?

Alvieres Haloho turut bersuara keras,

“Kami bukan musuh PAN, tapi kami musuh ketidakadilan. Jika PAN ingin menjaga marwahnya, segera tindak anggotanya yang bermasalah. Jangan tunggu publik hilang sabar.”

Aksi berakhir dengan penyampaian harapan agar PAN, baik di tingkat DPW maupun DPP, mengambil langkah nyata, bukan sekadar janji.

BALAPATISIA menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga apa yang mereka sebut sebagai “pembersihan moral politik” benar-benar dilakukan. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

    LAINNYA
    x
    x