
. 

BENGKALIS – Gerakan penanaman mangrove di pesisir Sei Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, kembali menggema dan mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Kegiatan yang digagas Forum Pemuda Batang Duku melalui program “Selamatkan Pesisir 2025” ini menjadi langkah penting masyarakat pesisir dalam menghadapi ancaman abrasi dan perubahan iklim. (28/11)

Koordinator kegiatan, Afrizal A.Md CPLA, yang juga Sekjen organisasi jurnalis dan aktivis SATU GARIS, menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove merupakan bentuk tanggung jawab generasi muda terhadap lingkungan.
Ia menekankan bahwa aksi menanam mangrove bukan kegiatan seremonial, melainkan komitmen berkelanjutan untuk melindungi pesisir Bengkalis.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum SATU GARIS, Ade Monchai, bersama istri. Ade, yang dikenal sebagai tokoh muda Riau yang kritis sekaligus pemilik media Mataxpost dan Detikxpost, menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Sei Pakning, Bengkalis adalah salah satu “paru dunia” yang harus dijaga dengan ketulusan hati, karena keberadaan mangrove memiliki peran vital bagi keseimbangan ekosistem.

Hadir pula Camat Bukit Batu Acil Esyeno SSTP M.Si, Sekcam Abdi Tiansyah, Danramil Bukit Batu Kapten Inf. Ucok Doni Sumosir, perwakilan kelurahan, Bea Cukai, Polsek Bukit Batu, tokoh masyarakat, komunitas pecinta lingkungan, serta insan media dari forum AWAM
Dalam sambutannya, Danramil Bukit Batu Kapten Inf. Ucok Doni Sumosir menyampaikan apresiasi mewakili Kodim 0303/Bengkalis.
Ia menilai bahwa gerakan menanam mangrove adalah langkah sederhana namun memberikan dampak besar bagi keberlanjutan pesisir.
“Saya ucapkan terima kasih kepada para pegiat lingkungan. Inilah bukti nyata kesadaran masyarakat untuk menjaga masa depan lingkungan, dan kami dari Koramil 05 Bukit Batu sangat mendukung penuh kegiatan ini,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, atas nama SATU GARIS menyerukan kepada pemerintah pusat agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi hutan mangrove di Kabupaten Bengkalis yang kini mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Mereka berharap pemerintah provinsi dan kabupaten turut memperkuat dukungan terhadap gerakan pemuda dalam menjaga pesisir.
“SATU GARIS dan Forum Pemuda Batang Duku berharap pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten benar-benar memberikan perhatian terhadap kondisi pesisir kita. Ini bukan sekadar kegiatan menanam pohon, tetapi wujud kecintaan masyarakat Sei Pakning, terutama Pemuda Batang Duku, terhadap lingkungan.Pada momentum Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, kami melibatkan berbagai elemen masyarakat, pemerintah, serta TNI–Polri sebagai simbol kebersamaan menyelamatkan pesisir,” tegas Afrizal Amd CPLA
Gerakan penanaman mangrove ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran kolektif untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat perlindungan lingkungan bagi generasi mendatang.

Tidak ada komentar